• Artikel

    Ph Meter

  • Artikel

    Light Meter

  • Artikel

    Moisture Meter

  • Wednesday, 20 July 2016

    Fungsi Oven Memmert

    Oven Memmert merupakan produsen alat laboratorium yang memiliki spesialisasi untuk produk-produk oven dan incubator. Memmert merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman.
    Alat laboratorium oven merupakan salah satu alat laboratorium yang penting, fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. Oven Memmert merupakan salah satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia, begitu juga di Indonesia.

    Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

    Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
    Cara penggunaan alat laboratorium

    Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

    Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.
    Perawatan alat laboratorium

    Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

    Fungsi Oven Memmert

    Posted at  10:43:00  |  in    |  Read More»

    Fungsi Oven Memmert

    Oven Memmert merupakan produsen alat laboratorium yang memiliki spesialisasi untuk produk-produk oven dan incubator. Memmert merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman.
    Alat laboratorium oven merupakan salah satu alat laboratorium yang penting, fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. Oven Memmert merupakan salah satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia, begitu juga di Indonesia.

    Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

    Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
    Cara penggunaan alat laboratorium

    Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

    Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.
    Perawatan alat laboratorium

    Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

    Monday, 18 July 2016


    Cara Menggunakan Light Meter

    Light Meter sering kita sebut sebagai alat untuk mengukur cahaya  kalau dalam ilmu photography pengukur cahaya digunakan untuk menentukan pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang netral. Light meter juga digunakan pada cinematography dan desain sains. Pada umumnya alat ini digunakan untuk kepentingan pencahayaan agar cahaya yang di dapatkan bisa optimum sesuai dengan kebutuhan kualitas aplikasi.

    Jika kita perhatikan kebanyakan alat ini digunakan oleh terapan ilmu photography mungkin karena memang basic pencahayaan adalah yang Utama dalam ilmu photography. Namun Light meter juga bisa di aplikasikan dalam bidang lain seperti penggunaan untuk kepeluan pergudangan, restaurant, rumah sakit ruangan galeri, sekolah, perpustakaan dan lain sebagainya.

    Bagaimana Cara Menggunakan Light Meter ?

    Pada contoh kasus bagaimana mengukur intensitas cahaya ini akan kita ambil pada studi kasus photography.Seperti kita tahu sebelumnya bahwa Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah “pas”, “under” (kurang) atau “over” (lebih).

    Tiap kamera memiliki cara penunjukan light meter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan.
    1. + O -

    Cara ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. “+” menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), “O” menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, “-” menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda “+” diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda “-” diganti dengan segitiga ke bawah.

    2. (-2)–(-1)–O–(+1)–(+2)

    Untuk kamera-kamera yang keluar baru-baru ini, cara penunjukan ini yang dipilih. di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. “-” (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

    3. penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan.

    Untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over. 

    Dalam proses pencarian cahaya yang pas (eksposure tepat), kita harus tahu efek yang ingin kita ambil.misalkan kita ingin memotret mobil yang sedang bergerak. kita ingin membekukan mobil tersebut. maka, speed kita patok di 500. baru setelah itu kita mencari aperture yang pas dengan setting speed 500 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Speed Priority” atau biasanya memakai simbol “S”.

    sebaliknya, misalkan kita ingin membuat potrait orang, yang mana foreground dan background blur, maka kita perlu mematok aperture pada f/ 3.5. setelah itu, baru kita mencari speed yang dibutuhkan dengan setting aperture f/3.5 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Aperture Priority” atau biasanya memakai simbol “A”.

    Cara Menggunakan Light Meter

    Posted at  09:58:00  |  in    |  Read More»


    Cara Menggunakan Light Meter

    Light Meter sering kita sebut sebagai alat untuk mengukur cahaya  kalau dalam ilmu photography pengukur cahaya digunakan untuk menentukan pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang netral. Light meter juga digunakan pada cinematography dan desain sains. Pada umumnya alat ini digunakan untuk kepentingan pencahayaan agar cahaya yang di dapatkan bisa optimum sesuai dengan kebutuhan kualitas aplikasi.

    Jika kita perhatikan kebanyakan alat ini digunakan oleh terapan ilmu photography mungkin karena memang basic pencahayaan adalah yang Utama dalam ilmu photography. Namun Light meter juga bisa di aplikasikan dalam bidang lain seperti penggunaan untuk kepeluan pergudangan, restaurant, rumah sakit ruangan galeri, sekolah, perpustakaan dan lain sebagainya.

    Bagaimana Cara Menggunakan Light Meter ?

    Pada contoh kasus bagaimana mengukur intensitas cahaya ini akan kita ambil pada studi kasus photography.Seperti kita tahu sebelumnya bahwa Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah “pas”, “under” (kurang) atau “over” (lebih).

    Tiap kamera memiliki cara penunjukan light meter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan.
    1. + O -

    Cara ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. “+” menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), “O” menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, “-” menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda “+” diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda “-” diganti dengan segitiga ke bawah.

    2. (-2)–(-1)–O–(+1)–(+2)

    Untuk kamera-kamera yang keluar baru-baru ini, cara penunjukan ini yang dipilih. di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. “-” (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

    3. penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan.

    Untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over. 

    Dalam proses pencarian cahaya yang pas (eksposure tepat), kita harus tahu efek yang ingin kita ambil.misalkan kita ingin memotret mobil yang sedang bergerak. kita ingin membekukan mobil tersebut. maka, speed kita patok di 500. baru setelah itu kita mencari aperture yang pas dengan setting speed 500 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Speed Priority” atau biasanya memakai simbol “S”.

    sebaliknya, misalkan kita ingin membuat potrait orang, yang mana foreground dan background blur, maka kita perlu mematok aperture pada f/ 3.5. setelah itu, baru kita mencari speed yang dibutuhkan dengan setting aperture f/3.5 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Aperture Priority” atau biasanya memakai simbol “A”.

    Wednesday, 29 June 2016

    Mikroskop Laboratorium,Mikroskop Siswa,Mikroskop Binokuler,Laboratory Condenser,Tabung Reaksi,Pipet Ukur,Ph Meter,Water Quality Checker 


    Mikroskop adalah sebuah alat yang biasa digunakan di laboratorium untuk melihat benda yang memiliki ukuran sangat kecil dan tidak memungkinkan untuk dilihat oleh mata.Ilmu yang mempelajari benda-benda kecil dan sering menggunakan mikroskop disebut mikroskopi,dan mikroskopi berarti sangat kecil (tidak mudah terlihat oleh mata).

    Berdasarkan sumber cahayanya Mikroskop dibagi menjadi dua jenis,yaitu Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Eleketron.Mikroskop Cahaya pun dibagi menjadi dua jenis lagi,yaitu Mikroskop Diseksi yaitu Mikroskop yang biasa digunakan unutk mengamati permukaan dan Mikroskop Binokuler yang biasa digunakan untuk mengamati bagian dalam sel.


    Tujuan Mikroskop Cahaya dan Elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar.Pembesaran ini tergantung pada beberapa factor,diantaranya titik focus lensa,panjang tubulus dan jarak pandang mata normal.

    02186906782 (Tia) Mikroskop Laboratorium

    Posted at  09:01:00  |  in    |  Read More»

    Mikroskop Laboratorium,Mikroskop Siswa,Mikroskop Binokuler,Laboratory Condenser,Tabung Reaksi,Pipet Ukur,Ph Meter,Water Quality Checker 


    Mikroskop adalah sebuah alat yang biasa digunakan di laboratorium untuk melihat benda yang memiliki ukuran sangat kecil dan tidak memungkinkan untuk dilihat oleh mata.Ilmu yang mempelajari benda-benda kecil dan sering menggunakan mikroskop disebut mikroskopi,dan mikroskopi berarti sangat kecil (tidak mudah terlihat oleh mata).

    Berdasarkan sumber cahayanya Mikroskop dibagi menjadi dua jenis,yaitu Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Eleketron.Mikroskop Cahaya pun dibagi menjadi dua jenis lagi,yaitu Mikroskop Diseksi yaitu Mikroskop yang biasa digunakan unutk mengamati permukaan dan Mikroskop Binokuler yang biasa digunakan untuk mengamati bagian dalam sel.


    Tujuan Mikroskop Cahaya dan Elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar.Pembesaran ini tergantung pada beberapa factor,diantaranya titik focus lensa,panjang tubulus dan jarak pandang mata normal.

    Thursday, 16 June 2016

    Refractometer,Ph Meter,Oven Laboratorium,Incubator Laboratorium,Oven Memmert,Viscometer,Ph Meter,Water Quality Checker,Tabung Reaksi,Preparat Biologi

    Mengukur Kadar Air Dengan Refraktometer


    Madu bukanlah hal asing bagi kita,madu memiliki berbagai macam manfaat yang dapat kita ambil dan tidak dapat kita temukan pada makanan lain.Madu banyak mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia,diantaranya : Fruktosa,Glukosa,Maltosa,Sukrosa,Air,Gula dan lain-lain.

    Tapi tahukah anda cara menilai madu yang bagus (asli) dengan madu yang buruk (palsu).Kali ini saya akan memeberikan tips untuk memilih madu yang berkualitas dengan menggunakan refraktometer.Refraktometeradalah alat yang dapat kita gunakan unutk mengukur akadar air dala suatu zat atau cairan.

    Unutk mengukur kadar air dalam madu kita dapat menggunakan Refraktometer digital.Madu yang berkualitas bagus akan menghasilkan angka kadar air maksimal pada 21% dengan rasa dan bau yang normal.Semakin kecil angka kadar air dalam madu,maka madu tersebut memiliki kualitas keaslian yang lebih baik.


    Dalam dunia laboratorium,pengujian madu yang berkualitas dilakukan dengan pengujian sakarin.dikarenakan pemalsuan madu biasnya dilakukan dengan tanpa menggunakan sakarin,tetapi memakai fruktosa sintetis dan glukosa sintetis.

    02186906782 (Tia) Mengukur Kadar Air dengan Refraktometer

    Posted at  09:02:00  |  in    |  Read More»

    Refractometer,Ph Meter,Oven Laboratorium,Incubator Laboratorium,Oven Memmert,Viscometer,Ph Meter,Water Quality Checker,Tabung Reaksi,Preparat Biologi

    Mengukur Kadar Air Dengan Refraktometer


    Madu bukanlah hal asing bagi kita,madu memiliki berbagai macam manfaat yang dapat kita ambil dan tidak dapat kita temukan pada makanan lain.Madu banyak mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia,diantaranya : Fruktosa,Glukosa,Maltosa,Sukrosa,Air,Gula dan lain-lain.

    Tapi tahukah anda cara menilai madu yang bagus (asli) dengan madu yang buruk (palsu).Kali ini saya akan memeberikan tips untuk memilih madu yang berkualitas dengan menggunakan refraktometer.Refraktometeradalah alat yang dapat kita gunakan unutk mengukur akadar air dala suatu zat atau cairan.

    Unutk mengukur kadar air dalam madu kita dapat menggunakan Refraktometer digital.Madu yang berkualitas bagus akan menghasilkan angka kadar air maksimal pada 21% dengan rasa dan bau yang normal.Semakin kecil angka kadar air dalam madu,maka madu tersebut memiliki kualitas keaslian yang lebih baik.


    Dalam dunia laboratorium,pengujian madu yang berkualitas dilakukan dengan pengujian sakarin.dikarenakan pemalsuan madu biasnya dilakukan dengan tanpa menggunakan sakarin,tetapi memakai fruktosa sintetis dan glukosa sintetis.

    Tuesday, 31 May 2016

    Tabung Reaksi,Viscometer,Analytical Balance,Moisture Meter,Ph Meter,Oven Binder,Mikroskop Siswa,Mikroskop Binokuler,Oven Memmert

    Pengertian dan Fungsi Gelas Kimia

    Gelas Kimia adalah  tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi, misalnya reaksi/reagen untuk analisis kimia kualitatif atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisis titrimetri/volumetri. Terdapat berbagai ukuran mulai dari 25 mL sampai 5.0 Liter. jadi tidak cocok untuk pembuatan larutan yang perlu ketelitian tinggi (secara kuantitatif). Gelas Kimia dapat terbuat dari kaca umumnya kaca borosilikat ataupun dari plastik.Gelas Kimia yang digunakan untuk menampung zat kimia yang korosif seperti asam atau zat-zat lainnya yang sangat reaktif biasanya terbuat dari PTFE ataupun bahan-bahan yang reaktivitasnya rendah.

    Tersedia berbagai ukuran gelas beker diantaranya: 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Fungsi dari gelas kimia diantaranya ;

    1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia.
    2. Membuat larutan, untuk menempatkan larutan.
    3. Menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung.
    4. Melarutkan bahan dan memanaskan bahan.

    02186906782 (Tia) Pengertian dan Fungsi Gelas Kimia

    Posted at  10:11:00  |  in    |  Read More»

    Tabung Reaksi,Viscometer,Analytical Balance,Moisture Meter,Ph Meter,Oven Binder,Mikroskop Siswa,Mikroskop Binokuler,Oven Memmert

    Pengertian dan Fungsi Gelas Kimia

    Gelas Kimia adalah  tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi, misalnya reaksi/reagen untuk analisis kimia kualitatif atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisis titrimetri/volumetri. Terdapat berbagai ukuran mulai dari 25 mL sampai 5.0 Liter. jadi tidak cocok untuk pembuatan larutan yang perlu ketelitian tinggi (secara kuantitatif). Gelas Kimia dapat terbuat dari kaca umumnya kaca borosilikat ataupun dari plastik.Gelas Kimia yang digunakan untuk menampung zat kimia yang korosif seperti asam atau zat-zat lainnya yang sangat reaktif biasanya terbuat dari PTFE ataupun bahan-bahan yang reaktivitasnya rendah.

    Tersedia berbagai ukuran gelas beker diantaranya: 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Fungsi dari gelas kimia diantaranya ;

    1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia.
    2. Membuat larutan, untuk menempatkan larutan.
    3. Menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung.
    4. Melarutkan bahan dan memanaskan bahan.

    Friday, 27 May 2016


    Tabung Reaksi,Ph Meter,Water Quality Checker,Viscometer,Piknometer,Dissolved Oxygen Meter,Ph Spear,Laboratory Tools,Oven Memmert,Incubator Laboratory

    Fungsi Tabung Reaksi

    Tabung Reaksi (Test Tube) adalah sebuah tabung yang terbuat dari kaca atau plastic khusus yang dapat menahan perubahan temperature dan tahan terhadap reaksi kimia.Tabung Reaksi terdiri dari berbagai jenis dan ukuran,ada yang memiliki penutup pada atasnya dan ada yang tidak menggunakan penutup.

    Tabung Reaksi biasanya digunakan sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan juga dapat digunakan untuk tempat perkembangbiakan mikroba dalam medium cair.Tabung Reaksi terbuat dari kaca yang bening,sehingga proses kimia dalam tabung ini dapat terlihat jelas oleh analisis.

    Dalam Laboratorium,untuk mempermudah dalam penggunaan Tabung Reaksi,biasanya digunakan juga rak Tabung Reaksi dan penjepit Tabung Reaksi.Dalam Proses analisa kimia,Tabung Reaksi sangat diperlukan dalam melakukan suatu analisa terhadap zat.


    Setelah penggunaan,Tabung reaksi dapat dibersihkan dengan sikat  dan pipet.

    02186906782 (Tia) Fungsi Tabung Reaksi

    Posted at  10:41:00  |  in    |  Read More»


    Tabung Reaksi,Ph Meter,Water Quality Checker,Viscometer,Piknometer,Dissolved Oxygen Meter,Ph Spear,Laboratory Tools,Oven Memmert,Incubator Laboratory

    Fungsi Tabung Reaksi

    Tabung Reaksi (Test Tube) adalah sebuah tabung yang terbuat dari kaca atau plastic khusus yang dapat menahan perubahan temperature dan tahan terhadap reaksi kimia.Tabung Reaksi terdiri dari berbagai jenis dan ukuran,ada yang memiliki penutup pada atasnya dan ada yang tidak menggunakan penutup.

    Tabung Reaksi biasanya digunakan sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan juga dapat digunakan untuk tempat perkembangbiakan mikroba dalam medium cair.Tabung Reaksi terbuat dari kaca yang bening,sehingga proses kimia dalam tabung ini dapat terlihat jelas oleh analisis.

    Dalam Laboratorium,untuk mempermudah dalam penggunaan Tabung Reaksi,biasanya digunakan juga rak Tabung Reaksi dan penjepit Tabung Reaksi.Dalam Proses analisa kimia,Tabung Reaksi sangat diperlukan dalam melakukan suatu analisa terhadap zat.


    Setelah penggunaan,Tabung reaksi dapat dibersihkan dengan sikat  dan pipet.

    Thursday, 26 May 2016

    Mikroskop Binokuler,Mikroskop Siswa,Analytical Balance,Refraktometer,Oven Laboratorium,Incubator Laboratorium,Griffin Beker,Viscometer,Tabung Reaksi,Ph Meter

    Bagian-bagian Mikroskop Binokuler Beserta Fungsinya



    -      Lensa Okuler,berfungsi untuk membperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.

    -   Tombol pengatur focus kasar,berfungsi untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop naik dan turun secara cepat.

    -    Tombol pengatur focus halus,berfungsi untuk mencari focus bayangan objek secara lambat,sehingga tabung mikroskop naik dan turun secara lambat.

    -  Tabung mikroskop,berfungsi untuk mengatur focus sehingga bisa dinaikan dan diturunkan.

    -       Revolver,berfungsi untuk memilah lensa objektif yang akan digunakan.

    -     Lensa objek,berfungsi unutk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.Pada dasranya ada 3 lensa objektif dengan perbesaran 4x,10x dan 40x.

    -          Lengan Mikroskop,berfungsi untuk pegangan ketika membawa mikroskop.

    -          Meja Preparat,berfungsi untuk meletakan benda (objek) yang diamati.

    -          Penjepit objek glass,berfungsi untuk menjepit preparat diatas meja.

    -       Kondensor merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpukan cahaya yang masuk dalam mikroskop.

    -    Diafragma berupa lubang-lubang yang berukuran dari kecil hingga selebar lubang pada meja objek.

    -   Reflektor/cermin,berfungsi unutk memantulkan dan mengarahkan cahaya kedalam mikroskop.


    Kami menjual Mikroskop laboratorium dan Alat Laboratorium lainnya,Hubungi :

    Telp : 021 8690 6782 
    Fax : 021 8690 6781
    Phone : 0816 1740 8900
    Email : sales@anm.co.id

    02186906782 (Tia) Bagian-bagian Mikroskop Binokuler Beserta Fungsinya

    Posted at  09:57:00  |  in    |  Read More»

    Mikroskop Binokuler,Mikroskop Siswa,Analytical Balance,Refraktometer,Oven Laboratorium,Incubator Laboratorium,Griffin Beker,Viscometer,Tabung Reaksi,Ph Meter

    Bagian-bagian Mikroskop Binokuler Beserta Fungsinya



    -      Lensa Okuler,berfungsi untuk membperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.

    -   Tombol pengatur focus kasar,berfungsi untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop naik dan turun secara cepat.

    -    Tombol pengatur focus halus,berfungsi untuk mencari focus bayangan objek secara lambat,sehingga tabung mikroskop naik dan turun secara lambat.

    -  Tabung mikroskop,berfungsi untuk mengatur focus sehingga bisa dinaikan dan diturunkan.

    -       Revolver,berfungsi untuk memilah lensa objektif yang akan digunakan.

    -     Lensa objek,berfungsi unutk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.Pada dasranya ada 3 lensa objektif dengan perbesaran 4x,10x dan 40x.

    -          Lengan Mikroskop,berfungsi untuk pegangan ketika membawa mikroskop.

    -          Meja Preparat,berfungsi untuk meletakan benda (objek) yang diamati.

    -          Penjepit objek glass,berfungsi untuk menjepit preparat diatas meja.

    -       Kondensor merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpukan cahaya yang masuk dalam mikroskop.

    -    Diafragma berupa lubang-lubang yang berukuran dari kecil hingga selebar lubang pada meja objek.

    -   Reflektor/cermin,berfungsi unutk memantulkan dan mengarahkan cahaya kedalam mikroskop.


    Kami menjual Mikroskop laboratorium dan Alat Laboratorium lainnya,Hubungi :

    Telp : 021 8690 6782 
    Fax : 021 8690 6781
    Phone : 0816 1740 8900
    Email : sales@anm.co.id

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2016 alatlabor.com. Blogger Template by Bloggertheme9
    Published..Blogger Templates. Powered by Blogger.
    back to top
    FreeWebSubmission.com