• Artikel

    Ph Meter

  • Artikel

    Light Meter

  • Artikel

    Moisture Meter

  • Tuesday, 20 June 2017

    Alat Sterilisasi Laboratorium yang Umum Digunakan

    a.Autoklaf

    Autoklaf adalah salah satu alat dalam teknik sterilisasi panas. Alat ini menggunakan panas basah bertekanan. Prinsip kerja autoklaf adalah mensterilkan alat dan bahan dengan menggunakan tekanan uap optimum untuk sterilisasi pada tekanan 15 Psi dan suhu 121°C. Autoklaf harus ditutup rapat agar tekanan uap optimum. Tekanan uap ini mampu membunuh mikrobia yang ada pada alat dan bahan. Sebelum mensterilkan alat, alat dibungkus dengan menggunakan kertas payung yang bertujuan agar setelah disterilisasi, alat tidak terkontaminasi atau tidak berhubungan langsung dengan udara luar.

    Kami menjual autoklaf Laboratorium dengan merk Yamato,Untuk Informasi harga dan pemawaran bapak/ibu bisa menghubungi : 021 8690 6782 / 081 61 740 8900 Email : sales@anm.co.id

    Cara menggunakan Autoklaf :
    a.    Isi air dalam autoklaf kurang lebih 2 cm dibawah keranjang atau 3-5 liter air.
    b.    Pastikan alat yang akan disterilkan dapat terkena uap dalam autoklaf.
    c.    Tutup rapat autoklaf dan atur lama waktunya, sekitar 20 menit dan tekanan 1 atm.
    d.    Pastikan tabung exhaust terbuka sedangkan tabung drainnya tertutup.
    e.    Setelah uapnya keluar atau terdengar bunyi mendesis, segera tutup tabung exhaustnya.
    f.   Saat alarm berbunyi yang menandakan bahwa sterilisasi telah selesai, jangan langsung membuka tutup autoklaf, tetapi tunggu hingga jarum tekanan menunjukkan angka 0.
    3 hal penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan autoklaf :
    1. Udara yang ada didalam autoklaf harus dikeluarkan sebelum katub ditutup
    2. Jangan membebani autoklaf secara berlebihan karena air pada wadahnya akan masuk dan membasahi alat atau bahan yang akan disterilisasi.
    3. Pembungkusan dan pengemasan alat-alat yang akan disterilkan harus dilalukan dengan baik dan benar.
    Pada sterilisasi dengan autoklaf uap harus bisa menembus seluruh muatan oleh karena itu dibungkus dengan kertas pembungkus, dan alat yang akan disterilkan dalam keadaan lembab, tidak basah langsung terkena air. Dengan demikian kertas pembungkus yang digunakan pun harus cepat kering dalam suhu normal. Lama sterilisasi dengan autoklaf tergantung dari sifat bahan, tipe wadah, dan volume bahan. Untuk bahan-bahan yang tidak dapat ditembus uap seperti minyak atau lemak, autoklaf menjadi tidak efektif. Autoklaf cocok untuk sterilisasi medium.
    Sterilisasi dengan autoklaf memiliki keuntungan sebagai berikut, efektif untuk sebagian besar mikroorganisme. Cepat sterilisasinya, panas dan tekanan menghemat waktu sterilisasi. Tidak menyebabkan kekeringan atau gosong untuk media cair atau gel, lebih efisien dari pada oven. Sedang kelemahannya adalah bahan atau alat harus dibungkus dengan kertas agar tidak basah, karena kertas yang digunakan akan cepat mongering pada suhu kamar. 
    Harus memperhatikan tekanan agar tidak “over pressure” sehingga bida meledak. Tidak dapat mensterilkan bahan yang harus selalu kering, dimana mikrobia yang ada didalamnya tidak dapat ditembus oleh uap dan tetap bertahan hidup. Bahan hasil sterilisasi harus dikeringkan lagi sebelum digunakan agar tidak basah dan mudah terkontaminasi.
    Keuntungan sterilisasi secara fisik dengan pemanasan baik dengan autoklaf ataupun oven adalah suhu yang digunakan dapat diatur, cara kerjanya lebih aseptis, dan lebih efektif dibanding dengan cara sterilisasi yang lain. Kerugiannya jika dibandingkan denga alat-alat sterilisasi lain, sterilisasi secara fisik lebih tidak efisien karena harga dari alat tersebut dan penggunaan listrik yang berlebihan. Sterilisasi dengan cara ini tidak dapat digunakan untuk segala jenis bahan, yaitu untuk bahan yang tidak tahan panas.

    b. Oven Laboratorium

    Oven Laboratorium merupakan salah satu alat dalam teknik sterilisasi panas. Alat ini menggunakan panas kering. Dalam penggunaannya, alat ini di setting dalam suhu yang tinggi (160º atau 180ºC). Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat-alat gelas. Kerja oven tergantung pada penetrasi panas melalui benda yang disterilkan. Bahan-bahan yang disterilisasi dengan oven adalah benda-benda yang tahan terhadap panas tinggi atau dengan isolasi termik. 

    Lama waktu pemanasan harus disesuaikan. Jika bahan yang harus disterilkan memungkinkan, maka diadakan pemanasan pada suhu sekitar 170oC atau 180oC selama kurang lebih 60 menit. Oven mencapai suhu maksimum 200oC karena itu oven dapat digunakan sebagai pengganti inkubator yang hanya bersuhu 60oC. tetapi inkubator tidak dapat digunakan sebagi oven.
    Sterilisasi dengan oven memiliki keuntungan yaitu lebih efektif untuk bahan yang harus selalu dalam keadaan kering, dapat mensterilkan bahan tanpa harus membasahi, tidak tergantung tekanan dan dapat mencapai suhu sangat tinggi sekali yaitu 200oC. Sedangkan kelemahannya, panas yang diperlukan tinggi sekali, waktu pemanasan lama, dan biasanya bahan yang tidak tahan panas akan meleleh atau gosong. Tidak efisien, dan media gel atau cair akan kering.
    Cara menggunakan oven:
    1. Oven dinyalakan dan suhunya diatur. Untuk sterilisasi biasanya menggunakan suhu 100-121oC selama 2 jam. Suhu oven dapat diatur sampai dengan 200oC.
    2. Kemudian dilanjutkan dengan pengaturan waktu, yang harus disesuaikan dengan berat atau banyaknya muatan yang akan disterilisasi.
    3. Penutup oven dibuka dan dimasukkan alat-alat atau bahan-bahan yang akan disterilisasi. Bahan atau alat yang disterilkan harus tahan terhadap suhu yang tinggi.
    4. Setelah sterilisasi selesai oven dapat dimatikan, kemudian alat-alat dibiarkan tetap dalam oven selama beberapa waktu hingga suhu menjadi lebih rendah dan alat-alat tersebut dapat dikeluarkan.

    c. Inkubator Laboratorium

    Inkubator Laboratroium adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Inkubator bukan merupakan alat khusus untuk proses sterilisasi akan tetapi lebih umum digunakan untuk tempat inkubasi suatu mikrobia dengan suhu yang konstan (60oC-80oC) yang dapat diatur dan memberikan suhu yang optimum untuk pertumbuhan bakteri atau mirobia.

     Bakteri atau mikrobia yang akan dibiakkan akan mengalami pertumbuhan yang optimum pada media dengan suhu sekitar 30oC-60oC dengan kebutuhan nutrient yang sesuai pula, inkubasi dilakukan agar mikrobia dapat tumbuh dan berkoloni secara optimum layaknya mikrobia tersebut hidup pada lingkungannya. Oleh karena itu inkubator berfungsi sebagai alat yang membantu untuk membiakkan mikrobia tersebut. Disamping itu inkubator juga dapat digunakan sebagai alat untuk mensterilkan media namun tidak dengan panas tinggi.
    Cara menggunakan inkubator
    1. Inkubator dinyalakan dengan memutar panel power supply kearah hidup.
    2. Lalu suhu yang dikehendaki diatur dengan pengatur suhu.
    3. Media yang berisi mikroorganisme yang akan diinkubasi atau benda-benda yang akan disterilkan dimasukkan ke dalam inkubator.
    4. Inkubator ditutup dan dilanjutkan dengan pengaturan waktu inkubasi atau sterilisasi yang dikehendaki melalui panel pengatur waktu.

    d. Laminar air flow

    Alat ini digunakan dalam teknik sterilisasi radiasi. Alat ini bukan merupakan alat sterilisasi melainkan sebagai tempat kerja yang steril atau tempat melakukan kerja secara aseptis, contohnya pembuatan kultur murni dan mekanisme ultraviolet dalam mematikan mikroorganisme juga tempat untuk inokulasi mikroorganisme. Kita juga dapat bekerja di dalam ruangan ini. Alat ini terletak khusus dalam satu ruang yang disebut ruang steril. Penggunaan alat tersebut adalah untuk mensterilisasikan udara ditempat kerja, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan dan pengambilan mikroba dapat dilakukan di sekitar laminar air flow.

    Di dalam laminair flow terdapat Blower yang berfungsi untuk menghembuskan udara dari dalam keluar secara horizontal sehingga udara luar tidak dapat masuk atau mengkontaminasi. Digunakannya angin untuk mencegah udara dari lingkungan masuk ke dalam sistem sehingga memungkinkan kerja yang aseptis karena mikroorganisme kontaminan yang terdapat pada udara lingkungan tidak dapat masuk untuk menyaring udara yang selalu mengarah keluar dan sinar UV dengan panjang gelombang 260 nm.
    Lampu ultraviolet sebaiknya dinyalakan terus dan dimatikan saat alat yang disterilisasi hendak digunakan. Lampu ultraviolet sebagai sterilisasi radiasi dapat membunuh mikroorganisme yang dapat pula diawali dengan proses mutasi. Sifat yang berbahaya tersebut mengharuskan penggunaan sinar ultraviolet harus dilakukan secara berhati-hati, dimana ketika sinar ultraviolet digunakan, laminair flow tersebut harus dalam keadaan tertutup untuk mencegah adanya radiasi yang tak terarah.

    Untuk Informasi Harga dan Spesifikasi Barang Di atas,Bapak/Ibu Bisa Menghubungi Bagian marketing kami ;
    Telp : 021 8690 6782
    Fax : 021 8690 6781
    Phone/WA : 0816 1740 8900
    Email : sales@anm.co.id
    Ofiice : Jl.Radin Inten II no 61 A Duren Sawit Jakarta Timur 13440

    Alat Sterilisasi Laboratorium yang Umum Digunakan

    Posted at  11:51:00  |  in    |  Read More»

    Alat Sterilisasi Laboratorium yang Umum Digunakan

    a.Autoklaf

    Autoklaf adalah salah satu alat dalam teknik sterilisasi panas. Alat ini menggunakan panas basah bertekanan. Prinsip kerja autoklaf adalah mensterilkan alat dan bahan dengan menggunakan tekanan uap optimum untuk sterilisasi pada tekanan 15 Psi dan suhu 121°C. Autoklaf harus ditutup rapat agar tekanan uap optimum. Tekanan uap ini mampu membunuh mikrobia yang ada pada alat dan bahan. Sebelum mensterilkan alat, alat dibungkus dengan menggunakan kertas payung yang bertujuan agar setelah disterilisasi, alat tidak terkontaminasi atau tidak berhubungan langsung dengan udara luar.

    Kami menjual autoklaf Laboratorium dengan merk Yamato,Untuk Informasi harga dan pemawaran bapak/ibu bisa menghubungi : 021 8690 6782 / 081 61 740 8900 Email : sales@anm.co.id

    Cara menggunakan Autoklaf :
    a.    Isi air dalam autoklaf kurang lebih 2 cm dibawah keranjang atau 3-5 liter air.
    b.    Pastikan alat yang akan disterilkan dapat terkena uap dalam autoklaf.
    c.    Tutup rapat autoklaf dan atur lama waktunya, sekitar 20 menit dan tekanan 1 atm.
    d.    Pastikan tabung exhaust terbuka sedangkan tabung drainnya tertutup.
    e.    Setelah uapnya keluar atau terdengar bunyi mendesis, segera tutup tabung exhaustnya.
    f.   Saat alarm berbunyi yang menandakan bahwa sterilisasi telah selesai, jangan langsung membuka tutup autoklaf, tetapi tunggu hingga jarum tekanan menunjukkan angka 0.
    3 hal penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan autoklaf :
    1. Udara yang ada didalam autoklaf harus dikeluarkan sebelum katub ditutup
    2. Jangan membebani autoklaf secara berlebihan karena air pada wadahnya akan masuk dan membasahi alat atau bahan yang akan disterilisasi.
    3. Pembungkusan dan pengemasan alat-alat yang akan disterilkan harus dilalukan dengan baik dan benar.
    Pada sterilisasi dengan autoklaf uap harus bisa menembus seluruh muatan oleh karena itu dibungkus dengan kertas pembungkus, dan alat yang akan disterilkan dalam keadaan lembab, tidak basah langsung terkena air. Dengan demikian kertas pembungkus yang digunakan pun harus cepat kering dalam suhu normal. Lama sterilisasi dengan autoklaf tergantung dari sifat bahan, tipe wadah, dan volume bahan. Untuk bahan-bahan yang tidak dapat ditembus uap seperti minyak atau lemak, autoklaf menjadi tidak efektif. Autoklaf cocok untuk sterilisasi medium.
    Sterilisasi dengan autoklaf memiliki keuntungan sebagai berikut, efektif untuk sebagian besar mikroorganisme. Cepat sterilisasinya, panas dan tekanan menghemat waktu sterilisasi. Tidak menyebabkan kekeringan atau gosong untuk media cair atau gel, lebih efisien dari pada oven. Sedang kelemahannya adalah bahan atau alat harus dibungkus dengan kertas agar tidak basah, karena kertas yang digunakan akan cepat mongering pada suhu kamar. 
    Harus memperhatikan tekanan agar tidak “over pressure” sehingga bida meledak. Tidak dapat mensterilkan bahan yang harus selalu kering, dimana mikrobia yang ada didalamnya tidak dapat ditembus oleh uap dan tetap bertahan hidup. Bahan hasil sterilisasi harus dikeringkan lagi sebelum digunakan agar tidak basah dan mudah terkontaminasi.
    Keuntungan sterilisasi secara fisik dengan pemanasan baik dengan autoklaf ataupun oven adalah suhu yang digunakan dapat diatur, cara kerjanya lebih aseptis, dan lebih efektif dibanding dengan cara sterilisasi yang lain. Kerugiannya jika dibandingkan denga alat-alat sterilisasi lain, sterilisasi secara fisik lebih tidak efisien karena harga dari alat tersebut dan penggunaan listrik yang berlebihan. Sterilisasi dengan cara ini tidak dapat digunakan untuk segala jenis bahan, yaitu untuk bahan yang tidak tahan panas.

    b. Oven Laboratorium

    Oven Laboratorium merupakan salah satu alat dalam teknik sterilisasi panas. Alat ini menggunakan panas kering. Dalam penggunaannya, alat ini di setting dalam suhu yang tinggi (160º atau 180ºC). Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat-alat gelas. Kerja oven tergantung pada penetrasi panas melalui benda yang disterilkan. Bahan-bahan yang disterilisasi dengan oven adalah benda-benda yang tahan terhadap panas tinggi atau dengan isolasi termik. 

    Lama waktu pemanasan harus disesuaikan. Jika bahan yang harus disterilkan memungkinkan, maka diadakan pemanasan pada suhu sekitar 170oC atau 180oC selama kurang lebih 60 menit. Oven mencapai suhu maksimum 200oC karena itu oven dapat digunakan sebagai pengganti inkubator yang hanya bersuhu 60oC. tetapi inkubator tidak dapat digunakan sebagi oven.
    Sterilisasi dengan oven memiliki keuntungan yaitu lebih efektif untuk bahan yang harus selalu dalam keadaan kering, dapat mensterilkan bahan tanpa harus membasahi, tidak tergantung tekanan dan dapat mencapai suhu sangat tinggi sekali yaitu 200oC. Sedangkan kelemahannya, panas yang diperlukan tinggi sekali, waktu pemanasan lama, dan biasanya bahan yang tidak tahan panas akan meleleh atau gosong. Tidak efisien, dan media gel atau cair akan kering.
    Cara menggunakan oven:
    1. Oven dinyalakan dan suhunya diatur. Untuk sterilisasi biasanya menggunakan suhu 100-121oC selama 2 jam. Suhu oven dapat diatur sampai dengan 200oC.
    2. Kemudian dilanjutkan dengan pengaturan waktu, yang harus disesuaikan dengan berat atau banyaknya muatan yang akan disterilisasi.
    3. Penutup oven dibuka dan dimasukkan alat-alat atau bahan-bahan yang akan disterilisasi. Bahan atau alat yang disterilkan harus tahan terhadap suhu yang tinggi.
    4. Setelah sterilisasi selesai oven dapat dimatikan, kemudian alat-alat dibiarkan tetap dalam oven selama beberapa waktu hingga suhu menjadi lebih rendah dan alat-alat tersebut dapat dikeluarkan.

    c. Inkubator Laboratorium

    Inkubator Laboratroium adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Inkubator bukan merupakan alat khusus untuk proses sterilisasi akan tetapi lebih umum digunakan untuk tempat inkubasi suatu mikrobia dengan suhu yang konstan (60oC-80oC) yang dapat diatur dan memberikan suhu yang optimum untuk pertumbuhan bakteri atau mirobia.

     Bakteri atau mikrobia yang akan dibiakkan akan mengalami pertumbuhan yang optimum pada media dengan suhu sekitar 30oC-60oC dengan kebutuhan nutrient yang sesuai pula, inkubasi dilakukan agar mikrobia dapat tumbuh dan berkoloni secara optimum layaknya mikrobia tersebut hidup pada lingkungannya. Oleh karena itu inkubator berfungsi sebagai alat yang membantu untuk membiakkan mikrobia tersebut. Disamping itu inkubator juga dapat digunakan sebagai alat untuk mensterilkan media namun tidak dengan panas tinggi.
    Cara menggunakan inkubator
    1. Inkubator dinyalakan dengan memutar panel power supply kearah hidup.
    2. Lalu suhu yang dikehendaki diatur dengan pengatur suhu.
    3. Media yang berisi mikroorganisme yang akan diinkubasi atau benda-benda yang akan disterilkan dimasukkan ke dalam inkubator.
    4. Inkubator ditutup dan dilanjutkan dengan pengaturan waktu inkubasi atau sterilisasi yang dikehendaki melalui panel pengatur waktu.

    d. Laminar air flow

    Alat ini digunakan dalam teknik sterilisasi radiasi. Alat ini bukan merupakan alat sterilisasi melainkan sebagai tempat kerja yang steril atau tempat melakukan kerja secara aseptis, contohnya pembuatan kultur murni dan mekanisme ultraviolet dalam mematikan mikroorganisme juga tempat untuk inokulasi mikroorganisme. Kita juga dapat bekerja di dalam ruangan ini. Alat ini terletak khusus dalam satu ruang yang disebut ruang steril. Penggunaan alat tersebut adalah untuk mensterilisasikan udara ditempat kerja, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan dan pengambilan mikroba dapat dilakukan di sekitar laminar air flow.

    Di dalam laminair flow terdapat Blower yang berfungsi untuk menghembuskan udara dari dalam keluar secara horizontal sehingga udara luar tidak dapat masuk atau mengkontaminasi. Digunakannya angin untuk mencegah udara dari lingkungan masuk ke dalam sistem sehingga memungkinkan kerja yang aseptis karena mikroorganisme kontaminan yang terdapat pada udara lingkungan tidak dapat masuk untuk menyaring udara yang selalu mengarah keluar dan sinar UV dengan panjang gelombang 260 nm.
    Lampu ultraviolet sebaiknya dinyalakan terus dan dimatikan saat alat yang disterilisasi hendak digunakan. Lampu ultraviolet sebagai sterilisasi radiasi dapat membunuh mikroorganisme yang dapat pula diawali dengan proses mutasi. Sifat yang berbahaya tersebut mengharuskan penggunaan sinar ultraviolet harus dilakukan secara berhati-hati, dimana ketika sinar ultraviolet digunakan, laminair flow tersebut harus dalam keadaan tertutup untuk mencegah adanya radiasi yang tak terarah.

    Untuk Informasi Harga dan Spesifikasi Barang Di atas,Bapak/Ibu Bisa Menghubungi Bagian marketing kami ;
    Telp : 021 8690 6782
    Fax : 021 8690 6781
    Phone/WA : 0816 1740 8900
    Email : sales@anm.co.id
    Ofiice : Jl.Radin Inten II no 61 A Duren Sawit Jakarta Timur 13440

    Friday, 26 May 2017

    RT-01 Rub Tester Labthink


    RT-01 Rub Tester dirancang secara profesional untuk uji ketahanan abrasi lapisan permukaan dari bahan cetakan, mis. Lapisan tinta atau lapisan fotosensitif (PS). Instrumen ini dapat secara efektif menganalisis masalah ketahanan abrasi yang buruk, lapisan tinta jatuh dan kekerasan lapisan lapisan bahan cetak yang buruk.


    Fitur

    - 4 mode uji dry rub, wet rub, wet transfer, dan wet smear dan 4 uji kecepatan berbeda untuk memenuhi persyaratan pengujian yang berbeda.

    - Stasiun ganda dengan struktur gerakan busur dapat menguji spesimen yang setara atau berbeda secara bersamaan.


    - Cerdas desain memori kegagalan daya dan buzzer mengingatkan memastikan keamanan operasi uji.


    - Alat ini dikendalikan oleh komputer mikro, dengan panel operasi PVC, LCD dan antarmuka menu, yang nyaman bagi pengguna untuk mengoperasikan atau melihat data uji.


    Untuk Informasi Harga dan Spesifikasi barang Hubungi :

    Telp : 021 8690 6782

    Phone : 0816 1740 8900 (Tia)
    Fax : 021 8690 6781
    Email : sales@anm.co.id
    Website : www.anm.co.id

    Alat Uji Ketahanan Abrasi Lapisan Permukaan Bahan Cetakan

    Posted at  10:35:00  |  in    |  Read More»

    RT-01 Rub Tester Labthink


    RT-01 Rub Tester dirancang secara profesional untuk uji ketahanan abrasi lapisan permukaan dari bahan cetakan, mis. Lapisan tinta atau lapisan fotosensitif (PS). Instrumen ini dapat secara efektif menganalisis masalah ketahanan abrasi yang buruk, lapisan tinta jatuh dan kekerasan lapisan lapisan bahan cetak yang buruk.


    Fitur

    - 4 mode uji dry rub, wet rub, wet transfer, dan wet smear dan 4 uji kecepatan berbeda untuk memenuhi persyaratan pengujian yang berbeda.

    - Stasiun ganda dengan struktur gerakan busur dapat menguji spesimen yang setara atau berbeda secara bersamaan.


    - Cerdas desain memori kegagalan daya dan buzzer mengingatkan memastikan keamanan operasi uji.


    - Alat ini dikendalikan oleh komputer mikro, dengan panel operasi PVC, LCD dan antarmuka menu, yang nyaman bagi pengguna untuk mengoperasikan atau melihat data uji.


    Untuk Informasi Harga dan Spesifikasi barang Hubungi :

    Telp : 021 8690 6782

    Phone : 0816 1740 8900 (Tia)
    Fax : 021 8690 6781
    Email : sales@anm.co.id
    Website : www.anm.co.id

    Friday, 19 May 2017

    Alat Uji Torsi Digital,Alat Uji Torsi Digital  Labthink,Fungsi Alat Uji Torsi Digital,Jual Alat Uji Torsi Digital Labthink




    Kekuatan terbuka dan kunci tutup botol adalah parameter produksi online dan offline yang penting. Mereka dapat mempengaruhi transportasi dan konsumsi produk. NJY-20 Digital Torque Tester dirancang untuk mengukur kekuatan terbuka dan kekuatan pengunci dari tutup botol, tas cerat dan paket tabung fleksibel. Kestabilan dan ketepatannya membuatnya menjadi kebutuhan bagi proses manufaktur.

    njy-20
    Fitur
    – Alat ini dikendalikan oleh komputer mikro dengan antarmuka menu, panel operasi PVC dan layar LCD besar.
    – 2 mode uji untuk gaya terbuka dan kekuatan pengunci.
    – Penahanan otomatis nilai puncak dan pencatatan hasil tes.
    – Unit pengujian standar yang nyaman untuk referensi data dan perbandingan
    – Intelligent desain overload perlindungan, otomatis zeroing dan error alert untuk operasi uji aman.
    – Dilengkapi dengan port RS232 dan port printer mikro yang nyaman untuk transmisi data dan koneksi PC.
    – Mendukung Sistem Sharing Data Lab LystemTM untuk pengelolaan data yang seragam dan sistematis.

    Technical Specifications

    SpecificationsNJY-20 Bottle Cap Torque Tester
    Load Cell Capacity20 Nm (Standard)
    40 Nm (Optional)
    50 Nm (Optional)
    Accuracy1% FS
    Resolution0.001Nm
    Clamp RangeΦ5 mm ~ Φ170 mm (Diameter)
    Statistical Analysis Allowance1~9
    If used with professional software, there will be no quantity limitation. Furthermore multi-units and statistical data analysis will be available.
    Instrument Dimension350 mm (L) x 240 mm (W) x 140 mm (H)
    Power SupplyAC 220V 50Hz
    Net Weight19 kg

    Aplikasi Dasar
    Paket botol
    Tes kekuatan terbuka dan pengunci tutup botol untuk paket kemasan makanan, obat-obatan, mis. Minuman atau botol tablet.
    Paket Tube Fleksibel
    Tes kekuatan terbuka dan pengunci paket tabung fleksibel untuk makanan, obat-obatan dan kosmetik, mis. Eye-drop, krim tangan dan semir sepatu, dll.

    Aplikasi yang diperluas
    Sekrup
    Buka dan kunci kekuatan uji sekrup.
    Vacuum Flask dan Vacuum Cup
    Uji kekuatan terbuka dan pengunci tutup guci hampa udara dan cangkir vakum.

    Untuk Informasi Harga dan Penawaran,Bapak/Ibu bisa hubungi bagian marketing kami ;
    Telp : 021 8690 6782
    Phone : 0816 1740 8900
    Fax : 021 8690 6781
    Email : sales@anm.co.id


    Alat Uji Torsi Digital NJY-20 Labthink

    Posted at  11:09:00  |  in    |  Read More»

    Alat Uji Torsi Digital,Alat Uji Torsi Digital  Labthink,Fungsi Alat Uji Torsi Digital,Jual Alat Uji Torsi Digital Labthink




    Kekuatan terbuka dan kunci tutup botol adalah parameter produksi online dan offline yang penting. Mereka dapat mempengaruhi transportasi dan konsumsi produk. NJY-20 Digital Torque Tester dirancang untuk mengukur kekuatan terbuka dan kekuatan pengunci dari tutup botol, tas cerat dan paket tabung fleksibel. Kestabilan dan ketepatannya membuatnya menjadi kebutuhan bagi proses manufaktur.

    njy-20
    Fitur
    – Alat ini dikendalikan oleh komputer mikro dengan antarmuka menu, panel operasi PVC dan layar LCD besar.
    – 2 mode uji untuk gaya terbuka dan kekuatan pengunci.
    – Penahanan otomatis nilai puncak dan pencatatan hasil tes.
    – Unit pengujian standar yang nyaman untuk referensi data dan perbandingan
    – Intelligent desain overload perlindungan, otomatis zeroing dan error alert untuk operasi uji aman.
    – Dilengkapi dengan port RS232 dan port printer mikro yang nyaman untuk transmisi data dan koneksi PC.
    – Mendukung Sistem Sharing Data Lab LystemTM untuk pengelolaan data yang seragam dan sistematis.

    Technical Specifications

    SpecificationsNJY-20 Bottle Cap Torque Tester
    Load Cell Capacity20 Nm (Standard)
    40 Nm (Optional)
    50 Nm (Optional)
    Accuracy1% FS
    Resolution0.001Nm
    Clamp RangeΦ5 mm ~ Φ170 mm (Diameter)
    Statistical Analysis Allowance1~9
    If used with professional software, there will be no quantity limitation. Furthermore multi-units and statistical data analysis will be available.
    Instrument Dimension350 mm (L) x 240 mm (W) x 140 mm (H)
    Power SupplyAC 220V 50Hz
    Net Weight19 kg

    Aplikasi Dasar
    Paket botol
    Tes kekuatan terbuka dan pengunci tutup botol untuk paket kemasan makanan, obat-obatan, mis. Minuman atau botol tablet.
    Paket Tube Fleksibel
    Tes kekuatan terbuka dan pengunci paket tabung fleksibel untuk makanan, obat-obatan dan kosmetik, mis. Eye-drop, krim tangan dan semir sepatu, dll.

    Aplikasi yang diperluas
    Sekrup
    Buka dan kunci kekuatan uji sekrup.
    Vacuum Flask dan Vacuum Cup
    Uji kekuatan terbuka dan pengunci tutup guci hampa udara dan cangkir vakum.

    Untuk Informasi Harga dan Penawaran,Bapak/Ibu bisa hubungi bagian marketing kami ;
    Telp : 021 8690 6782
    Phone : 0816 1740 8900
    Fax : 021 8690 6781
    Email : sales@anm.co.id


    Wednesday, 10 August 2016

    Preparat Biologi Dapat Meneliti Bakteri Plasmodium Vivax



    Plasmodium Vivax adalah Protozoa kelas sporozoa,Bakteri ini adalah bakteri yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit malaria.Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut ; Demam,berkeringat,kedinginan,nyeri otot,sakit kepala,mual,pendarahan pada anus dan bisa menyebabkab kejang-kejang hingga koma.

    Penyakit malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit  atau bakteri yang disebut plasmodium.Bakteri Plasmodium ini dapat hidup dilingkungan yang lembab (tidak terkena sinar matahari) dan biasanya ditularkan oleh nyamuk melalui darah.

    Parasit Plasmodium ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop di laboratorium.Dengan menggunakan preparat mikroskop biologi kita dapat melakukan penelitian untuk mengetahui apakah kita terserang penyakit malaria atau tidak.

    Penelitian ini dilakukan melalui pengambilan darah dari tubuh manusia.Darah ini akan melalui proses penelitian dilaboratorium untuk mengetahui apakah darah ini mengandung bakteri plasmodium atau tidak.

    Dalam hal ini pengguanaan mikroskop dan Preparat mikroskop sangat penting untuk melakukan penelitian terhadap bakteri plasmodium ini.

    Bakteri Penyebab Penyakit Malaria

    Posted at  14:58:00  |  in    |  Read More»

    Preparat Biologi Dapat Meneliti Bakteri Plasmodium Vivax



    Plasmodium Vivax adalah Protozoa kelas sporozoa,Bakteri ini adalah bakteri yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit malaria.Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut ; Demam,berkeringat,kedinginan,nyeri otot,sakit kepala,mual,pendarahan pada anus dan bisa menyebabkab kejang-kejang hingga koma.

    Penyakit malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit  atau bakteri yang disebut plasmodium.Bakteri Plasmodium ini dapat hidup dilingkungan yang lembab (tidak terkena sinar matahari) dan biasanya ditularkan oleh nyamuk melalui darah.

    Parasit Plasmodium ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop di laboratorium.Dengan menggunakan preparat mikroskop biologi kita dapat melakukan penelitian untuk mengetahui apakah kita terserang penyakit malaria atau tidak.

    Penelitian ini dilakukan melalui pengambilan darah dari tubuh manusia.Darah ini akan melalui proses penelitian dilaboratorium untuk mengetahui apakah darah ini mengandung bakteri plasmodium atau tidak.

    Dalam hal ini pengguanaan mikroskop dan Preparat mikroskop sangat penting untuk melakukan penelitian terhadap bakteri plasmodium ini.

    Thursday, 21 July 2016

    Tips Penggunaan Cawan Petri (Petri Dish)

    Dalam kegiatan di laboratorium kita sangat membutuhkan alat lab seperti halnya dalam hal mempelajari mikroorganisma seperti bakteri dan virus kita membutuhkan alat untuk mengisolasi terhadap gangguan spesies lain dan untuk itu kita memerlukan tempat/wadah untuk menempatkan mikroorganisma tersebut.

    Contoh alat yang paling tepat adalah Cawan petri (petri dish), alat ini berbentuk bulat bisa terbuat dari kaca atau plastik dan memiliki ukuran bervariasi biasanya berdiameter 6 cm, 7.5cm atau 10cm dengan tinggi 1.5cm.

    Alat lab ini dinamakan Cawan Petri (Petri Dish) karena diambil dari nama penemunya seorang ahli bakteri dari Jerman bernama Julius Richard Petri dan sejak itu petri dish (cawan petri) menjadi bagian penting dari sebuah penemuan untuk peralatan laboratorium.

    Nah sekarang bagaimana kita menggunakan alat lab ini dengan cara yang benar agar media bakteri dan virus tersebut tidak terkontaminasi?  mari kita sama-sama bahas berbagai hal mengenai penggunaan alat lab cawan petri ini.

    Metode dan Penggunaan Cawan Petri :

    Ketika cawan petri belum ditemukan biasanya orang memakai wadah lain seperti tabung reaksi untuk menempatkan kultur sel yang sangat kecil dengan cara dimiringkan dan kalau melihat cara tersebut media kultur sel tersebut tidak akan mendapatkan ruang sebanyak yang didapat dengan cawan petri.

    Selain itu beresiko terkontaminasi setelah beberapa saat walaupun tabung tertutup rapat oleh kapas sedangkan cawan petri tertutup rapat oleh penutupnya dan tutup ini mudah dibuka-tutup untuk melindungi kultur sel dari kontaminasi.

    Adapun cara yang benar dalam penggunaan cawan petri adalah sebagai berikut:

    Beberapa jenis petri dish ada yang bisa digunakan kembali setelah kita sterilkan dengan Autoclave.
    Pensterilan dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisma lain yang mungkin ada dalam cawan petri.
    Setelah pensterilan dilakukan maka kita dapat mengisi cawan petri dengan media agar (alga merah) atau lainnya yang mengandung nutrisi, garam, darah, indikator, antibiotik dan lain lain yang membantu mempercepat pertumbuhan dari bekteri atau mikroorganisma lainnya.Kemudian cawan petri yang mengandung agar ini  disimpan dalam kulkas dalam posisi terbalik dan dapat dikeluarkan bila diperlukan.

    Bila anda ingin mengeluarkannya dari kulkas biarkan hingga mencapai suhu kamar kemudian ambil sampel bakteri atau mikroorganisme lainnya dan tuangkan pada media tersebut atau bisa juga kita gunakan kapas lalu secara zig-zag kita bilas secara perlahan-lahan supaya tidak merusak media.
    Tutup cawan petri dengan penutupnya secara benar lalu kita simpan pada suhu ruang sekitar 37°C dan memungkinkan untuk tumbuh selama beberapa hari. Setelah sel kultur tumbuh, ambillah  sample dan gunakan media tersebut untuk studi lebih lanjut.

    Sebuah cawan petri biasanya dipakai sebagai peralatan laboratorium bidang Biologi. Penggunaan yang paling penting dan umum adalah untuk kultur sel. Sel kita tempatkan pada  lingkungan yang sesuai serta kita sediakan makanan untuk membantu pertumbuhannya.

    Sebuah cawan petri dapat memberi tempat dan melindunginya dari proses kontaminasi. Melalui cawan petri (kaca) anda dapat mengamati pertumbuhan mikroorganisma secara jelas.Dan dengan ukuran yang ada cawan petri dapat kita amati langsung di bawah mikroskop atau membedah sampel untuk studi pengamatan lebih lanjut seperti mengamati pertumbuhan kecambah di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

    Nah dengan pembahasan seperti di atas mudah-mudahan dapat membantu memberikan kepada kita wawasan tentang penggunaan cawan petri (petri dish). Ikuti selalu pedoman atau aturan standard keamanan penggunaan alat lab yang diperlukan dan untuk cawan petri ini agar kita menghindari kontak langsung dengan sampel yang mungkin membawa organisme berbahaya.

    Tips Penggunaan Cawan Petri (Petri Dish)

    Posted at  16:26:00  |  in    |  Read More»

    Tips Penggunaan Cawan Petri (Petri Dish)

    Dalam kegiatan di laboratorium kita sangat membutuhkan alat lab seperti halnya dalam hal mempelajari mikroorganisma seperti bakteri dan virus kita membutuhkan alat untuk mengisolasi terhadap gangguan spesies lain dan untuk itu kita memerlukan tempat/wadah untuk menempatkan mikroorganisma tersebut.

    Contoh alat yang paling tepat adalah Cawan petri (petri dish), alat ini berbentuk bulat bisa terbuat dari kaca atau plastik dan memiliki ukuran bervariasi biasanya berdiameter 6 cm, 7.5cm atau 10cm dengan tinggi 1.5cm.

    Alat lab ini dinamakan Cawan Petri (Petri Dish) karena diambil dari nama penemunya seorang ahli bakteri dari Jerman bernama Julius Richard Petri dan sejak itu petri dish (cawan petri) menjadi bagian penting dari sebuah penemuan untuk peralatan laboratorium.

    Nah sekarang bagaimana kita menggunakan alat lab ini dengan cara yang benar agar media bakteri dan virus tersebut tidak terkontaminasi?  mari kita sama-sama bahas berbagai hal mengenai penggunaan alat lab cawan petri ini.

    Metode dan Penggunaan Cawan Petri :

    Ketika cawan petri belum ditemukan biasanya orang memakai wadah lain seperti tabung reaksi untuk menempatkan kultur sel yang sangat kecil dengan cara dimiringkan dan kalau melihat cara tersebut media kultur sel tersebut tidak akan mendapatkan ruang sebanyak yang didapat dengan cawan petri.

    Selain itu beresiko terkontaminasi setelah beberapa saat walaupun tabung tertutup rapat oleh kapas sedangkan cawan petri tertutup rapat oleh penutupnya dan tutup ini mudah dibuka-tutup untuk melindungi kultur sel dari kontaminasi.

    Adapun cara yang benar dalam penggunaan cawan petri adalah sebagai berikut:

    Beberapa jenis petri dish ada yang bisa digunakan kembali setelah kita sterilkan dengan Autoclave.
    Pensterilan dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisma lain yang mungkin ada dalam cawan petri.
    Setelah pensterilan dilakukan maka kita dapat mengisi cawan petri dengan media agar (alga merah) atau lainnya yang mengandung nutrisi, garam, darah, indikator, antibiotik dan lain lain yang membantu mempercepat pertumbuhan dari bekteri atau mikroorganisma lainnya.Kemudian cawan petri yang mengandung agar ini  disimpan dalam kulkas dalam posisi terbalik dan dapat dikeluarkan bila diperlukan.

    Bila anda ingin mengeluarkannya dari kulkas biarkan hingga mencapai suhu kamar kemudian ambil sampel bakteri atau mikroorganisme lainnya dan tuangkan pada media tersebut atau bisa juga kita gunakan kapas lalu secara zig-zag kita bilas secara perlahan-lahan supaya tidak merusak media.
    Tutup cawan petri dengan penutupnya secara benar lalu kita simpan pada suhu ruang sekitar 37°C dan memungkinkan untuk tumbuh selama beberapa hari. Setelah sel kultur tumbuh, ambillah  sample dan gunakan media tersebut untuk studi lebih lanjut.

    Sebuah cawan petri biasanya dipakai sebagai peralatan laboratorium bidang Biologi. Penggunaan yang paling penting dan umum adalah untuk kultur sel. Sel kita tempatkan pada  lingkungan yang sesuai serta kita sediakan makanan untuk membantu pertumbuhannya.

    Sebuah cawan petri dapat memberi tempat dan melindunginya dari proses kontaminasi. Melalui cawan petri (kaca) anda dapat mengamati pertumbuhan mikroorganisma secara jelas.Dan dengan ukuran yang ada cawan petri dapat kita amati langsung di bawah mikroskop atau membedah sampel untuk studi pengamatan lebih lanjut seperti mengamati pertumbuhan kecambah di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

    Nah dengan pembahasan seperti di atas mudah-mudahan dapat membantu memberikan kepada kita wawasan tentang penggunaan cawan petri (petri dish). Ikuti selalu pedoman atau aturan standard keamanan penggunaan alat lab yang diperlukan dan untuk cawan petri ini agar kita menghindari kontak langsung dengan sampel yang mungkin membawa organisme berbahaya.

    Wednesday, 20 July 2016

    Fungsi Oven Memmert

    Oven Memmert merupakan produsen alat laboratorium yang memiliki spesialisasi untuk produk-produk oven dan incubator. Memmert merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman.
    Alat laboratorium oven merupakan salah satu alat laboratorium yang penting, fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. Oven Memmert merupakan salah satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia, begitu juga di Indonesia.

    Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

    Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
    Cara penggunaan alat laboratorium

    Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

    Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.
    Perawatan alat laboratorium

    Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

    Fungsi Oven Memmert

    Posted at  10:43:00  |  in    |  Read More»

    Fungsi Oven Memmert

    Oven Memmert merupakan produsen alat laboratorium yang memiliki spesialisasi untuk produk-produk oven dan incubator. Memmert merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman.
    Alat laboratorium oven merupakan salah satu alat laboratorium yang penting, fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. Oven Memmert merupakan salah satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia, begitu juga di Indonesia.

    Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

    Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
    Cara penggunaan alat laboratorium

    Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

    Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.
    Perawatan alat laboratorium

    Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

    Monday, 18 July 2016


    Cara Menggunakan Light Meter

    Light Meter sering kita sebut sebagai alat untuk mengukur cahaya  kalau dalam ilmu photography pengukur cahaya digunakan untuk menentukan pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang netral. Light meter juga digunakan pada cinematography dan desain sains. Pada umumnya alat ini digunakan untuk kepentingan pencahayaan agar cahaya yang di dapatkan bisa optimum sesuai dengan kebutuhan kualitas aplikasi.

    Jika kita perhatikan kebanyakan alat ini digunakan oleh terapan ilmu photography mungkin karena memang basic pencahayaan adalah yang Utama dalam ilmu photography. Namun Light meter juga bisa di aplikasikan dalam bidang lain seperti penggunaan untuk kepeluan pergudangan, restaurant, rumah sakit ruangan galeri, sekolah, perpustakaan dan lain sebagainya.

    Bagaimana Cara Menggunakan Light Meter ?

    Pada contoh kasus bagaimana mengukur intensitas cahaya ini akan kita ambil pada studi kasus photography.Seperti kita tahu sebelumnya bahwa Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah “pas”, “under” (kurang) atau “over” (lebih).

    Tiap kamera memiliki cara penunjukan light meter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan.
    1. + O -

    Cara ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. “+” menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), “O” menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, “-” menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda “+” diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda “-” diganti dengan segitiga ke bawah.

    2. (-2)–(-1)–O–(+1)–(+2)

    Untuk kamera-kamera yang keluar baru-baru ini, cara penunjukan ini yang dipilih. di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. “-” (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

    3. penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan.

    Untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over. 

    Dalam proses pencarian cahaya yang pas (eksposure tepat), kita harus tahu efek yang ingin kita ambil.misalkan kita ingin memotret mobil yang sedang bergerak. kita ingin membekukan mobil tersebut. maka, speed kita patok di 500. baru setelah itu kita mencari aperture yang pas dengan setting speed 500 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Speed Priority” atau biasanya memakai simbol “S”.

    sebaliknya, misalkan kita ingin membuat potrait orang, yang mana foreground dan background blur, maka kita perlu mematok aperture pada f/ 3.5. setelah itu, baru kita mencari speed yang dibutuhkan dengan setting aperture f/3.5 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Aperture Priority” atau biasanya memakai simbol “A”.

    Cara Menggunakan Light Meter

    Posted at  09:58:00  |  in    |  Read More»


    Cara Menggunakan Light Meter

    Light Meter sering kita sebut sebagai alat untuk mengukur cahaya  kalau dalam ilmu photography pengukur cahaya digunakan untuk menentukan pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang netral. Light meter juga digunakan pada cinematography dan desain sains. Pada umumnya alat ini digunakan untuk kepentingan pencahayaan agar cahaya yang di dapatkan bisa optimum sesuai dengan kebutuhan kualitas aplikasi.

    Jika kita perhatikan kebanyakan alat ini digunakan oleh terapan ilmu photography mungkin karena memang basic pencahayaan adalah yang Utama dalam ilmu photography. Namun Light meter juga bisa di aplikasikan dalam bidang lain seperti penggunaan untuk kepeluan pergudangan, restaurant, rumah sakit ruangan galeri, sekolah, perpustakaan dan lain sebagainya.

    Bagaimana Cara Menggunakan Light Meter ?

    Pada contoh kasus bagaimana mengukur intensitas cahaya ini akan kita ambil pada studi kasus photography.Seperti kita tahu sebelumnya bahwa Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah “pas”, “under” (kurang) atau “over” (lebih).

    Tiap kamera memiliki cara penunjukan light meter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan.
    1. + O -

    Cara ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. “+” menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), “O” menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, “-” menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda “+” diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda “-” diganti dengan segitiga ke bawah.

    2. (-2)–(-1)–O–(+1)–(+2)

    Untuk kamera-kamera yang keluar baru-baru ini, cara penunjukan ini yang dipilih. di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. “-” (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

    3. penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan.

    Untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over. 

    Dalam proses pencarian cahaya yang pas (eksposure tepat), kita harus tahu efek yang ingin kita ambil.misalkan kita ingin memotret mobil yang sedang bergerak. kita ingin membekukan mobil tersebut. maka, speed kita patok di 500. baru setelah itu kita mencari aperture yang pas dengan setting speed 500 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Speed Priority” atau biasanya memakai simbol “S”.

    sebaliknya, misalkan kita ingin membuat potrait orang, yang mana foreground dan background blur, maka kita perlu mematok aperture pada f/ 3.5. setelah itu, baru kita mencari speed yang dibutuhkan dengan setting aperture f/3.5 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode “Aperture Priority” atau biasanya memakai simbol “A”.

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2016 alatlabor.com. Blogger Template by Bloggertheme9
    Published..Blogger Templates. Powered by Blogger.
    back to top
    FreeWebSubmission.com